Spiga
Showing posts with label Teknologi Proses. Show all posts
Showing posts with label Teknologi Proses. Show all posts

Teknologi dan Manfaat Produk Suplemen Organik

Produk yang kami tawarkan tidak bergantung dengan produk sejenis yang telah ada. Misalnya, dalam pembuatan anti-oksidan, kami tidak hanya ‘memperbaiki’ oksidan yang telah ada (vit. C, selenium, OPC. Beta-Carotene, dll.), tapi juga memikirkan bagaimana mencapai hasil yang MAKSIMAL. Maka terwujudlah Microhydrin dan Microhydrin Plus sebagai hasil riset selama lebih dari 40 tahun. Sebagai anti-oksidan, ke-2 produk ini mempunyai kekuatan 1.000x dibandingkan OPC (grape seed) atau 2.000x dibandingkan vit. C.

Mengapa harus Organik?
Semua produk HARUS bersifat “Organic” – sehingga mudah diserap oleh sel-sel tubuh kita dan “wasteless deposit” – dimana konsumsi dalam jumlah yang lebih besar dari kebutuhan tubuh kita akan segera dikeluarkan dari dalam tubuh kita dalam waktu 72 jam sehingga tidak terjadi penimbunan yang mungkin bisa mengakibatkan efek samping di masa depan.

sumber: RBC Indonesia

Mengolah Suplemen Organik dengan Teknologi Nano (Nanotechnology)

Nanotechnology adalah teknologi untuk mempelajari, ‘mengurai’, sekaligus memodifikasi sifat suatu molekul dalam struktur dasarnya dengan ukuran yang sangat kecil – kira-kira 1 per milyar meter atau lebih kecil dari sehelai rambut kita dibelah 50.000 kali.

Salah satu dari pusat penelitian Nanotechnology yang paling modern adalah Rice University, universitas dimana pendiri RBC Life Sciences - Dr. Clinton H. Howard - mendapatkan gelarnya. Pada tahun 1985, tiga professor dari Rice University: Rick Smalley, Robert Curl, dan Harold Kroto menemukan suatu molekul dengan ukuran nano dan berbentuk 60-carbon geodesic yang bersifat sangat superconductive dan memungkinkan pengaturan electron suatu medium. Atas penemuan tersebut, Rice University mendapatkan Hadiah Nobel untuk bidang kimia di tahun 1996.

Menyadari masa depan Nano-technology, Rice University melakukan investasi lebih dari $30 juta untuk membangun Center for Science and Nanoscale Technology - lengkap dengan peralatan super modern dan lebih dari 40 ilmuwan paling terkemuka dari semua bidang.

Rice University kemudian mengajak tim ilmuwan RBC Life Sciences untuk ikut mengembangkan 'revolusi' tersebut. Nanotechnology memungkinkan RBC Life Sciences untuk memproduksi produk-produk dengan ukuran nano sehingga menghasilkan produk dengan manfaat yang belum pernah terbayangkan sebelumnya.

source: RBC

Manfaat Mengolah Lidah Buaya (Aloe Vera) dengan Teknologi Freeze Dried

Masyarakat umum tidak tahu bahwa Aloe-vera mulai kehilangan sebagian besar manfaatnya setelah kulit-kulitnya dibuang.
Produk-produk Aloe vera tersebut bagaikan kopi tanpa caffeine: rasa dan baunya masih kopi, tetapi manfaatnya sudah banyak berkurang.Nama Aloe-vera yang tampak pada label-label produk di pasaran umumnya hanya menyebutkan bahwa produk tersebut mengandung atau dibuat dari Aloe-vera, tetapi tidak menyebutkan bagaimana tumbuhan Aloe-vera itu sendiri diproses dan nutrisi apa yang masih terkandung di dalamnya.
Banyak produsen Aloe-vera yang menjamin potensi dari setiap produk. Tapi sayangnya, sungguh tidak mungkin bagi setiap konsumen produk Aloe-vera untuk membuktikan hal itu.
Seperti juice sayuran lainnya, gel aloe vera digunakan sebagai minuman hanya dalam keadaan segar sampai tahun 1930-an.

Metode pasteurisasi stabilisasi mulai dikenal pada tahun 1960-an dan metode ini terus berkembang. Namun setelah unsur utama gel secara keseluruhan ditemukan dalam penelitian yang dilakukan oleh Laboratorium Carrington di bawah pimpinan Dr. Clinton H. Howard pada 1989-1991, terbukti bahwa metode komersial penyiapan selama ini justru mengurangi atau merusak susunan alami gel aloe vera.

Teknik kuno yang telah digunakan untuk menghasilkan minuman gel, cream, dan lotion aloe vera yang dijual umumnya adalah:

  1. Pasteurisasi - dimaksudkan untuk membunuh bakteri dan kotoran yang menempel pada daun aloe vera, tapi ternyata malah merusak nutrisi alaminya.
  2. Penyaringan - dimaksudkan untuk membuang yellow sap pada lapisan bawah kulit aloe vera, tapi ternyata ikut membuang sebagian besar gel aloe dan merusak mata rantai poly sacharida nutrisi alami aloe vera atau dikenal sebagai betamannan.
  3. Konsentrasi temperatur yang tinggi - membuang kadar air alaminya dan kandungan air yang dapat larut. Sering disalah-artikan sebagai intisari.
  4. Proses Keseluruhan atau whole-leaf process - membutuhkan pasteurisasi dan mencemari gel aloe-vera dengan yellow sap atau getah kuning yang dapat menimbulkan masalah dengan pencernaan. Sering disalah-artikan sebagai peningkatan mucopolysaccharide, peningkatan polysaccharide atau Proses Pendinginan meskipun telah dipanaskan.
  5. Pewarnaan - disaring dengan arang atau materi lain yang ikut membunuh kandungan organik alami dan manfaat utama aloe.

Semua metode di atas telah terbukti secara ilmiah merubah, merusak, dan mengurangi sifat alami gel aloe yang segar. Ilmuwan di bawah pimpinan Dr. Clinton Howard menemukan suatu metoda dimana daun aloe yang baru dipanen dibuang kulitnya, digiling sampai berbentuk cairan, dan memproses gel tersebut dengan metode suhu dingin yang tepat yang menghalangi kerusakan enzim aloe tanpa penggunaan sulfite. Proses ekslusif dari RBC Life Sciences ini menjaga keutuhan dan sifat khas alami dari gel aloe vera yang kaya nutrisi. Dari beberapa teknik analisa, akhirnya Dr. Howard memutuskan untuk mengukur keberadaan karakter polisakarida yang hanya ditunjukkan secara eksklusif pada tanaman Aloe-vera segar. Diagram "hasil krematogram" menunjukkan kelengkapan mata rantai polisakarida seperti yang ditunjukkan oleh kromatogram Aloe-vera gel murni dan aloe-vera yang diproses dengan metode yang berbeda.

Sumber: RBC